Berita

Tak Bersuara Soal Tambang Pasir Laut, Keberpihakan Gubernur Patut Dipertanyakan

Senin, 6 Juli 2020, sekitar 300 nelayan dan masyarakat Kepulauan Sangkarrang kembali melakukan aksi damai di hadapan kapal Queen of the Netherlands, milik Boskalis.

Ini merupakan aksi laut ketiga kalinya yang dilakukan nelayan untuk menolak aktivitas tambang pasir laut yang merusak wilayah tangkap mereka.

Meski aksi damai nelayan ini sudah viral di berbagai media, tidak ada sikap yang jelas yang ditunjukkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan.

Jika gubernur memang berpihak pada nelayan, seharusnya sejak aksi pertama, gubernur langsung mengambil sikap menghentikan tambang dan mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah tangkap nelayan.

Tambang pasir laut ini sudah merugikan kehidupan nelayan, jika diteruskan maka masa depan nelayan akan terancam.

Gubernur tidak boleh menutup mata, seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal nelayan setengah mati berjuang mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Diamnya gubernur merupakan bentuk dukungan beliau pada aktivitas tambang pasir laut yang menjadikan nelayan menderita. Dan itu artinya, Gubernur tidak berpihak pada masyarakat kecil dalam hal ini nelayan./(RS)

Related posts
Berita

Reses Amran Diselimuti Kecemasan Warga: Aktivitas Seismik PT GSI Dipertanyakan

WAJO — Kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Wajo, Amran, di Desa Tellulimpoe, Kecamatan Majauleng, tak hanya diwarnai keluhan soal infrastruktur, tetapi juga…
Desa

Setelah Banjir, Warga Desa Limpong Wara Masih Bertahan di Rumah.

Luwu Utara – Setelah banjir , warga di Desa Limpong Wara Kecamatan Malangke masih bertahan di lokasi sekitar rumah. Hal ini disampaikan…
Desa

Boskalis Kembali Menambang Pasir Laut, Nelayan Kodingareng: Kami Sedang Dijajah Belanda

Makassar – Kapal Vessel milik PT Royal Boskalis kembali menambang pasir laut di wilayah tangkap nelayan. Hal tersebut diketahui saat seorang nelayan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *