Sulselkita, Sinjai Utara, – Ambo Enre tak menampik perihal wajah politik yang masih jauh dari kata ideal. Menurutnya, politik masih serupa jalan terjal dan gelap, yang ujungnya keserakahan dan ketidakadilan.
Meski demikian, pria yang juga calon legislator itu masih menaruh optimisme dan harapan pada politik.
“Kita masih percaya, masih banyak orang yang berniat baik dan bertindak baik, memperjuangkan keyakinan, cinta dan apa yang kita sebut sebagai sebuah kepantasan” ucapnya, sebagaimana dilansir Sinjai Info.
Ketimpangan masih terjadi dan yang sejahtera masih itu-itu saja. Tapi masih ada waktu melakukan perbaikan-perbaikan, menjadi pejuang hal baik yang meniti jalan kebaikan.
Sebagai mantan aktivis, Ambo Enre mengatakan, terkait kontestasi politik, harus hadir mekanisme di mana berpolitik harus jujur otentik.
“Politik bukan semata kekuasaan. Bukan semata tentang capaian. Makanya masyarakat harus memilih yang dekat dengan mereka, tumbuh bersama mereka, dan bukan yang ditawarkan ke mereka,” pesan alumnus Fisipol Unhas Jurusan Ilmu Komunikasi ini.
Di kalangan aktivis, Ambo Enre dikenal sebagai sosok yang kerap membela kepentingan kaum yang tertindas. Pada tahun 1999, Ia mengadvokasi karyawan salah satu perusahaan di KIMA yang di PHK secara sepihak tanpa pesangon.
Kemudian setahun setelahnya mendampingi masyarakat Desa Tua Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo yang menuntut ganti rugi pembebasan lahan pipa gas, (21/12/2023).
