MAKASSAR – Di tengah kompleksitas dinamika sosial dan politik yang terus bergerak, Partai Gelora Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan politik yang solutif dan menenteramkan. Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan Leaders Meet Up, yang digelar di tiga zona daerah pemenangan di Sulawesi Selatan.
Mengusung tema “Sama Teruski Bantu Rakyat”, kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi antarkader, tetapi menjadi ruang konsolidasi kepemimpinan dan pembentukan karakter politik yang melayani.
Ketua DPW Gelora Sulsel, Mudzakkir Ali Djamil, menegaskan bahwa tema tersebut bukan hanya slogan kampanye, melainkan identitas gerakan yang ingin ditanamkan di seluruh struktur partai.
“Kepemimpinan yang kita bangun di Gelora harus hadir dengan solusi, bukan sekadar janji. Kita ingin memastikan bahwa di setiap lapisan pengurus, semangat membantu rakyat itu nyata,” ujar Muda, sapaan akrab Ketua DPW Partai Gelora Sulsel, dalam sambutannya.
Menurutnya, politik bagi Partai Gelora bukanlah arena perebutan kekuasaan, melainkan sarana untuk menjadi problem solver bagi rakyat.
Acara ini dihadiri oleh para pimpinan daerah dan tokoh kaderisasi dari berbagai wilayah. Melalui diskusi, sesi berbagi pengalaman, serta pelatihan kepemimpinan, para peserta didorong untuk memperdalam pemahaman bahwa politik pelayanan publik merupakan jantung gerakan Gelora.
Lebih dari sekadar temu kader, Leaders Meet Up menjadi ajang refleksi dan inspirasi tentang bagaimana kepemimpinan modern harus bertumpu pada empati, kolaborasi, dan kebermanfaatan sosial.
Sekretaris DPW Gelora Sulsel, Syahrul Mubarak, menegaskan bahwa semangat “Sama Teruski Bantu Rakyat” akan terus menjadi kompas perjuangan partai dalam menapaki perjalanan menuju 2029.
“Kami ingin hadir di tengah masyarakat bukan hanya menjelang pemilu, tapi di setiap fase kehidupan rakyat. Karena politik bagi Gelora adalah tentang kehadiran yang menenangkan,” tegasnya.
Melalui konsolidasi kepemimpinan ini, Partai Gelora Sulsel memperlihatkan kesiapannya menghadapi kontestasi politik 2029 bukan dengan retorika, tetapi dengan gerakan nyata yang berorientasi pada pelayanan dan solusi bagi rakyat.
